Warga Cape Town Dipaksa Hemat Air Atau Dijatuhi Hukuman Penjara dan Denda

SERAMBINEWS.COM, CAPE TOWN - Warga Cape Town, Afrika Selatan dipaksa untuk menghemat air atau dijatuhi hukuman penjara atau denda.
Pada tahun-tahun 2000-an, penggunaan air telah meningkat di Cape Town.
Namun masih jauh di bawah puncak yang ditetapkan pada tahun 2014, yaitu 1,2 miliar liter per hari.
Sehingga, warga dipaksa menghemat air, atau menghadapi denda atau hukuman lainnya.
Ancaman itu meninggalkan kesan yang mendalam bagi banyak ibu rumah tangga.
Bendungan Theewaterskloof, pemasok utama air minum ke Cape Town, semuanya mengering pada 2018 tetapi saat ini sudah penuh.
Baca juga: PDAM Tirta Agara Krisis Air Baku, Distribusi ke Pelanggan Terhenti
Pelajaran lain termasuk apresiasi yang lebih besar dari peran pertanian dalam pengelolaan air di Afrika Selatan.
Seperti di banyak bagian dunia, sekitar 70% dari cadangan air digunakan untuk mengairi lahan pertanian.
Di sekitar Cape Town, para petani setuju untuk berhenti menggunakan air kota sepenuhnya selama beberapa bulan.
Krisis Day Zero juga menekankan sifat pola cuaca yang semakin tidak terduga di era perubahan iklim.
Pada akhir 2018, Cape Town telah menerima lebih banyak curah hujan daripada rata-rata.
Hanya saja tidak selama musim biasa saat ini.(*)
Baca juga: Krisis Air Landa Provinsi Khuzestan, Kerusuhan Pecah, Tiga Orang Tewas Ditembak
0 Response to "Warga Cape Town Dipaksa Hemat Air Atau Dijatuhi Hukuman Penjara dan Denda"
Post a Comment