Heboh Dugaan Kebocoran Data Nasabah BRI Life Ungkap Faktanya
VIVA â" Publik dihebohkan dengan beredarnya informasi mengenai bocornya data nasabah BRI Life. Dugaan itu mencuat mencuat setelah postingan di akun Twitter @UnderTheBreach yang mencuitkan kabar peretas mengantongi data sebesar 250GB dari asuransi BRILife.
Informasi itu menyebutkan bahwa data tersebut berasal dari 2.000.000 orang. Sementara sekitar 463.000 dokumen diperjualbelikan di situs gelap RaidForums seharga US$7.000.
Data tersebut berisi kartu identitas, kartu keluarga, nomor wajib pajak, foto buku tabungan, akta lahir, akta kematian, surat perjanjian, bukti transfer, bukti keuangan dan surat keterangan kondisi kesehatan. Cuitan tersebut juga memuat foto sampel KTP dan surat keterangan dari klinik dan laboratorium kesehatan.
Kepala Divisi Sekretariat PT Asuransi BRI Life Ade Ahmad Nasution menegaskan, pihaknya bergerak cepat dengan melakukan investigasi secara marathon. Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan hingga hari ini ditemukan fakta-fakta sebagai berikut:
1. Klaim jumlah kebocoran data tidak benar
BRILife menurutnya, telah bergerak cepat melakukan investigasi internal atas kejadian dimaksud. Ditemukan bukti bahwa pelaku kejahatan cyber melakukan intrusi ke dalam sistem BRI Life Syariah yang merupakan stand alone system dan terpisah dari core system BRILife.
"Pada sistem tersebut terdapat tidak lebih dari 25 ribu pemegang polis syariah individu, di mana data tersebut tidak berkaitan dengan data BRILife maupun BRI Group lainnya," ujar Ade dikutip dari keterangannya, Rabu, 28 Juli 2021.
0 Response to "Heboh Dugaan Kebocoran Data Nasabah BRI Life Ungkap Faktanya"
Post a Comment